Tujuan teori Nativisme
1. Mampu
memunculkan bakat yang di miliki
Bakat merupakan potensi atau kecakapan dasar yang di bawa sejak
lahir. Setiap
individu mempunyai bakat yang berbeda-beda.
Seseorang akan
mudah mempelajari sesuatu sesuai dengan
bakatnya. Karena dengan manusia mengetahui bakatnya akan semakin mudah untuk
mengembangkan potensinya.[1]
2. Mendorong manusia mewujudkan diri yang berkompetensi
Manusia bisa lebih
antusiasme, semangat besar , kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bakatnya
agar mampu bersaing dalam menghadapi arus globalisasi.
3.
Mendorong manusia dalam menentukan pilihan
Manusia diharapkan memiliki
sifat bijaksana dan memiliki sikap tangung jawab dalam menentukan pilihan.
4.
Mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dalam diri seseorang
Seseorang menguasai
pengetahuan khusus (dengan latihan) , keterampilan atau serangkaian respons
yang terorganisir. Misalnya: kemampuan musikal.[2]
5.
Mendorong manusia mengenali bakat dan minat yang dimiliki
Potensi-potensi yang
dimiliki anak-anak harus mengalami perkembangan serta membutuhkan
latihan-latihan. Di samping itu, tiap-tiap potensi atau kesanggupan mempunyai
masa keatangan masing-masing.[3]
Jadi semakin dini anak mengenali bakat akan semakin lebih optimal dalam
memaksimalkan bakat dan potensinya .
No comments:
Post a Comment