Friday, January 1, 2016

Makalah Strategi Pembelajaran


TUJUAN COOPERATIF LEARNING



MAKALAH
Di ajukan sebagai bahan diskusi dalam mata kuliah Strategi pembelajaran
Dosen pengampuh Drs. Sunhaji M.Ag





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
TAHUN 2015
Di susun oleh:


Awal Muallifah         1423305227
Awit Fitriasih             1423305228
Aziz Hidayat              1423305231
Dwi Fitrah                 1423305234
Evi Masriatun            1423305236
Idaur Rohmah           1423305239
Ika Adiningrum        1423305240
Irma Widiana            1423305241
Irvan Nur                   1423305242
Khafidin                     1423305243
Khalida Aulia            1423305244
Munasiroh                 1423305247
Novenda Astuti          1423305252
Priyo Darojat             1423305253
Putri Puji Ayu L       1423305254
Rojihatud Dianah     1423305257
Sriwidiyanti               1423305259
Susi Rosiamah           1423305261
Syafi’atun Nur          14233055262
Trimayatun                1423305264
Tri Wahyuni              1423305265
Windiya Utami          1423305266
Windri Antika           1423305267
Windri Oktaviani      1423305268
Zakli Muhammad     1423305270
Fitri Handayani         1423305192
Ni’matul Ulum           1423305205
Rizki Saputra            1423305212








BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
               Dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai penjembatan keterhubungan antara siswa terhadap pemahaman yang lebih tinggi dengan penemuan pemahaman siswa sendiri.
Pembelajaran kooperatif sendiri merupakan pembelajara kelompok dengan jumlah peserta didik 2 – 5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapai suatu tujuan pembelajaran yang maksimal, berikut ini merupakan paparan lebih jelas tentang tujuan kooperatif learning.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu strategi pembelajaran Cooperatif learning?
2.      Apa tujuan pembelajaran Cooperative Learning?
3.      Apa manfaat pembelajaran Cooperative Learning?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian pembelajaran Cooperative Learning.
2.      Untuk mengetahui tujuan pembelajaran Cooperative Learning.
3.      Untuk mengetahui manfaat pembelajran Cooperative Learning.





BAB II
PEMBAHASAN


A.    Strategi Pembelajaran Coopertif Learning
                  Strategi pembelajaran Cooperatif merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di dalam kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan pebelajaran yang telah ditetapkan. Lima hal yang penting dalam strategi pembelajaran yang telah ditetapkan, yaitu :
1.      Adanya peserta didik dalam kelompok
2.      Adanya aturan lain
3.      Adanya upaya belajar dalam kelompok
4.      Tatap muka
5.      Evaluasi proses kelompok
                       Ketergantungan  positif adalah suatu  bentuk kerja sama  yang sangat erat kaitanya antara anggota kelompok. Kerja sama ini dibutuhkan  untuk mencapai tujuan. Siswa benar-benar mengerti bahwa kesuksesan kelompok tergantung pada kesuksesan anggotanya.
                       Maksud pertanggung jawaban individu terhadap kelompok tergantung dengan cara belajar perseorangan dari seluruh anggota kelompok. Pertanggung jawaban memfokuskan aktivitas kelompok dalam menjelaskan konsep pada satu orang, dan  memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok siap menghadapi aktivitas dimana siswa harus menerima tanpa pertolongan anggota kelompok. Kemampuan sosialisasi adalah kemampuan bekerja sama  yang biasa dikerjakan dalam kelompok. Kelompok tidak akan berjalan efektif apabila setiap anggota kelompok tidak memiliki kemampuan bersosialisasi yang dibutuhkan. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi.
                       Kegiatan interaksi ini akan memberikan bentuk sinergi yang menguntungkan bagi semua anggota. Guru menjadwalkan waktu bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerjasama lebih efektif.[1]

B.     Tujuan Pembelajaran Kooperatif Learning
                     Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok tradisional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
Pembelajaran kooperatif mewadahi bagaimana siswa dapat bekerja sama dalam kelompok, tujuan kelompok adalah tujuan bersama. Situasi kooperatif merupakan bagian dari siswa untuk mencapai tujuan kelompok, siswa harus merasakan bahwa mereka akan mencapai tujuan kelompok. Dengan demikian, siswa lain dalam kelompoknya memiliki kebersamaan yang artinya bahwa setiap anggota kelompok bersifat kooperatif  dengan sesama anggota kelompoknya.
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu:
1.      Meningkatan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

2.      Agar siswa menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang. Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.

3.      Mengembangkan keterampilan sosial siswa, berbagai tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide  atu pendapat dan bekerja dalam kelompok. Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.[2]

C.     Elemen-Elemen Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelompok belum tentu mencerminkan pembelajaran kooperatif. Secara teknis memang tampak proses belajar bersama, namun terkadang hanya merupakan belajar yang dilakukan secara bersama dalam waktu yang sama, namun tidak mencerminkan kerjasama antar anggota kelompok. Untuk itu agar benar-benar mencerminkan pembelajaran kooperatif, maka perlu diperhatikan elemen-elemen pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
1.      Saling Ketergantungan Positif
            Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya.Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka.    Dalam metode Jigsaw, disarankan jumlah anggota kelompok dibatasi sampai dengan empat orang saja dan keempat anggota ini ditugaskan membaca bagian yang berlainan. Keempat anggota ini lalu berkumpul don bertukar informasi. Selanjutnya, pengajar akan mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian. Dengan cara ini, mau tidak mau setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar yang lain bisa berhasil.

2.       Tanggung Jawab Perseorangan
 Unsur ini merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama. Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran Cooperative Learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam penyusunan tugasnya.Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan. Dalam teknik Jigsaw yang dikembangkan Aronson misalnya, bahan bacaan dibagi menjadi empat bagian dan masing-masing siswa mendapat dan membaca satu bagian. Dengan cara demikian, siswa yang tidak melaksanakan tugasnya akan diketahui dengan jelas dan mudah. Rekan-rekan dalam satu kelompok akan menuntutnya untuk melaksanakan tugas agar tidak menghambat yang lainnya.

3.      Tatap muka
 Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerja sama ini jauh lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing anggota.Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, meman-faatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. Setiap anggota kelompok mempunyai latar belakang pengalaman, keluarga, don sosial-ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini akan menjadi modal utama dalam proses saling memperkaya antaranggota kelompok. Sinergi tidak didapatkan begitu saja dalam sekejap, tetapi merupakan proses kelompok yang cukup ponjang. Para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka don interaksi pribadi.

4.      Komunikasi Antar Anggota
 Unsur ini juga menghendaki agar para pembelaiar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi. Tidak setiap siswa mempunyai keahlian mendengarkan dan berbicara. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
            Ada kalanya pembelajar perlu diberi tahu secara eksplisit mengenai cara-cara berkomunikasi secara efektif seperti bagaimana caranya menyanggah pendapat orang lain tanpa harus menyinggung perasaan orang tersebut. Masih banyak orang yang kurang sensitif dan kurang bijaksana dalam menyatakan pendapat mereka. Tidak ada salahnya mengajar siswa beberapa ungkapan positif atau sanggahan dalam ungkapan yang lebih halus. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok ini juga merupakan proses panjang. Pembelajar tidak bisa diharapkan langsung menjadi komunikator yang handal dalam waktu sekejap. Namun, proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar serta membina perkembangan mental emosional para siswa.

5.      Evaluasi
 Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelaiar terlibat dalam kegiatan pembelajaran Cooperative Learning.





D.    Maanfat pembelajaran Kooperative Learning
Menurut Linda Lungren ada beberapa manfaat pembelajaran kooperatif bagi siswa dengan prestasi yang rendah, yaitu:
1.      Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas
2.      Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
3.      Memperbaiki sikap terhadap IPA dan sekolah
4.      Memperbaiki kehadiran
5.      Angka putus sekolah menjadi rendah
6.      Penerimaan terhadap perbedaan individu menjadi lebih besar
7.      Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
8.      Konflik antar pribadi menjadi berkurang
9.      Sikap apatis berkurang
10.  Pemahaman yang lebih mendalam
11.  Meningkatkan motivasi lebih besar
12.  Hasil belajar lebih tinggi
13.  Retensi lebih lama
14.  Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, dan toleransi









BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Cooperatif Learning merupakan metode pemdelajaran yang dibuat untuk membuat para siswa aktif dalam kompetisi yang dibuat oleh para pendidik.  Tujuan penting  dalam metode ini adalah untuk mengajarkan keterampilan kerja sama dan kolaborasi pada siswa yang nantinya menghasilkan ketergantungan yang positif antar anggotanya. Tujuan lain dalam strategi pembelajaran cooperative learning ini juga menyangkut hal dalam meningkatkan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap tugas-tugasnya, meningkatkan keterdekatan antar siswa, dan meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan pendapatnya.














Daftar Pustaka
Wena, Mada. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, 2009.  Jakarta: Bumi Aksara.
Majid, Abdul. Strategi Pembelajaran. 2014.  Bandung : PT Remaja Rosdakarya.





[1] Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 176-177.
[2] Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 175.

No comments:

Post a Comment