Skenario Pembelajaran
Pada awal kegiatan
setelah guru memasuki ruang kelas dan mengucapkan panganjali umat ”Om
Swastiastu”, guru menyiapkan siswa secara fisik dan psikis agar siswa siap
menerima pelajaran. Menyiapkan kondisi fisik berupa mengucapkan ”selamat pagi”,
menanyakan kabar siswa dan mengabsen siswa. Menyiapkan kondisi psikis siswa
yaitu dengan berdoa bersama sebelum pembelajaran dimulai. Selanjutnya siswa
mengeluarkan alat tulis yang ia bawa. Guru menyampaikan cakupan materi serta
tujuan pembelajaran, ”Anak-anak hari ini kita akan memperlajari tentang pesawat
sederhana, kalian pastinya sudah membaca buku dirumah, namun pada pertemuan
kali ini ibu hanya membahas dua jenis pesawat sederhana, mengingat waktu kita
yang terbatas, ibu harapkan setelah pembelajaran berlangsung kalian mampu
mendefinisikan apa itu pesawat sederhana, komponen-komponen serta golongannya”.
Karena pembelajaran pada pertemuan kali ini mengenai pesawat sederhana, maka
sebelum sampai pada materi yang akan dipelajari, guru menceritakan
pengalamannya terkait dengan materi pelajaran. ”Nah, kemarin ibu membeli sebuah
botol fanta, kemudian kalau kita buka menggunakan tangan saja, menurut kalian
bagaimana” tanya ibu guru kepada siswa. ”sulit bu” siswa menjawab serempak.
”Pasti, kemudian ibu mengambil inisiatif untuk membukanya dengan menggunakan
pembuka botol dan ternyata sangat mudah membukanya dibandingkan dengan hanya
menggunakan tangan. Contoh lain misalnya kaleng biskuit yang tentu sulit dibuka
hanya dengan menggunakan tangan saja, tetapi akan terasa mudah jika membukanya
menggunakan sendok”, guru menceritakan pengalamannya sambil memperhatikan semua
siswa.
”Nah cerita ibu tadi terkait dengan konsep pesawat sedehana. Kira-kita apakah
dari kalian pernah mengalami kejadian serupa?” ibu guru kembali bertanya kepada
siswa. Seorang siswa mengacungkan tangan dan guru mempersilahkan siswa tersebut
untuk bercerita. ”Kemarin saya melihat bapak sedang memindahkan batu besar,
sebelumnya bapak menggunakan tangan dan terlihat sangat sulit menggesernya,
kemudian bapak menggunakan linggis, ternyata sangat mudah menggeserkannya” Andi
menceritakan pengalamannya dengan sungguh-sungguh. ”Berikan tepuk tangan kepada
Andi” kata ibu guru disertai dengan tepuk tangan dari siswa lainnya.
Selanjutnya guru bertanya kepada siswa lainnya apakah ada yang mau bercerita
lagi dan siswa hanya terdiam. Karena tidak ada yang bercerita ibu guru
memberikan pertanyaan kepada siswa, ”Anak-anak sekalian tadi telah kita simak
cerita dari Andi. Nah sekarang ibu mau bertanya, apakah linggis yang
diceritakan Andi tadi termasuk pesawat sederhana? Jika ia apakah termasuk tuas,
bidang miring, katrol atau roda berputar?”. Guru memperhatikan semua siswa yang
tampaknya mulai berbisik dengan teman sebangkunya. ”Nah kalian kan pasti sudah
membaca buku sebelumnya, sekarang siapa yang mau menjawab?” sambung ibu guru
dan beberapa siswa pun mengacungkan tangan selanjutnya guru menunjuk salah satu
siswa. ”Linggis termasuk pesawat sederhana jenis pengunglit/tuas bu” jawab Yeni
yang terlihat sangat percaya diri dan ibu gurupun memberikan senyuman. ”Kalau
begitu siapa yang tau apa saja komponen dari tuas?” Ibu guru kembali bertanya.
”Saya bu, komponen tuas yaitu titik tumpu, beban dan kuasa” jawab salah satu
siswa dan ibu guru mengacungkan tangan. ”Nah sekarang dari cerita Andi tadi,
siapa yang bisa menunjukkan mana yang termasuk titik tumpu, beban dan kuasa”
ibu guru terus memberikan pertanyaan kepada siswa. Siswa yang pertama kali
mengacungkan tangan diberikan kesempatan untuk menjawab. Jawaban yang
dilontarkan siswa sudah benar namun guru tidak menkonfirmasi secara langsung,
guru hanya memberikan penguatan.
Guru kembali mengalihkan perhatian siswa dengan memberikan masalah lain, ”Nah
sekarang anak-anak siapa pernah melihat orang yang memindahkan drum yang berisi
minyak ke dalam mobil” tanya ibu guru. ”Saya bu, saya bu” jawab beberapa siswa.
”Baik, saat anak-anak melihat orang memindahkan drum ke dalam mobil, apakah
mereka menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu” guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menjawab, ”Saya pernah melihat orang yang
menaikkan drum ke dalam mobil menggunakan papan yang dimiringkan bu,
selanjutnya drum didorong ke atas”. ”Benar sekali jawaban teman kalian. Jika
kita menggunakan papan yang dimiringkan untuk menaikkan sebuah drum ke dalam
mobil, itu jauh lebih mudah dibandingkan kita mengangkatnya menggunakan tangan,
karena berat drum tersebut akan ditumpu oleh papan tersebut. Nah dari ilustrasi
diatas apakah papan yang digunakan termasuk pesawat sederhana? Jika ia,
termasuk jenis pesawat sederana apa? Tuas, bidang miring, katrol atau roda
berputar?” sambung ibu guru. Siswa mulai berdiskusi dengan teman sebangkunya
dan ibu guru kembali berkata, ”Kalian pasti sudah membaca buku kemarin kan? Nah
hayo siapa yang bisa menjawab”. Salah satu siswa pun menjawab, ”Bidang miring
bu, bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu
berat. Cara paling mudah memindahkan drum ke dalam mobil yaitu dengan
menggunakan bidang miring. Drum dapat didorong atau ditarik melalui bidang
miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat drum secara langsung”.
”Wah tepat sekali jawaban dari Asty, berikan tepuk tangan kepada teman
kalian” sambung ibu guru. ”Nah selain contoh diatas, apakah ada
yang tau contoh bidang miring lainnya?”. Saat guru bertanya siswa terlihat
bingung, selanjutnya guru kembali berkata, ”Siapa yang pernah melihat orang
yang memenjat pohon kelapa? kira-kira gampangan mana jika jika ia memanjatnya
langsung atau menggunakan bantuan alat” kata ibu guru. ”Saya pernah melihat
paman sedang memetik buah kelapa, ia menggunakan tangga untuk bisa naik bu”
jawab salah satu siswa. ”Tepat sekali anak-anak, jika kita menggunakan tangga
saat memetik buah kelapa, itu jauh lebih gampang daripada kita memenjatnya
langsung. Tangga juga termasuk pesawat sederhana jenis bidang miring. Dari
beberapa cerita diatas, siapa yang bisa mendefinisikan apa itu pesawat
sederhana?” guru bertanya kepada siswa kemudian beberapa siswa menjawabnya
dengan menggunakan kata-kata sendiri dan guru memberikan penguatan kepada siswa
yang menjawab.
”Kalian semua mungkin sudah pahan tentang pesawat sederhana dan alat-alat yang
termasuk pesawat sederhana. Apakah ada yang bertanya?” guru memberikan
kesempatan kepada siswa yang belum mengerti. ”Buk, mengapa jungkat-jungkit
termasuk pesawat sederhana” tanya seorang siswa yang duduk paling belakang.
”Pertanyaan yang bagus. Benar sekali Agus, Jungkat-Jungkit termasuk dalam
kategori pengungkit (tuas). Pengungkit merupakan salah satu alat pesawat
sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda.
Jungkat-jungkit gunanya untun mengangkat benda, maka dari itu jungkat-jungkit
juga termasuk pesawat sederhana. Jungkat-jungkit merupakan pengungkit jenis
pertama, karena letak titik tumpu berada diantara beban dan kuasa. Oh iya
anak-anak, ingat ya, pengungkit dibedakan menjadi 3 yaitu pengungkit golongan
pertama, pengungkit golongan ke dua dan pengungkit golongan ke tiga. Pengungkit
golongan pertama yaitu titik tumpu berada diantara beban dan kuasa. Pengungkit
golongan kedua yaitu beban berada diantara titik tumpu dan kuasa. Sedangkan
pengungkit jenis ke tiga yaitu kuasa berada diantara titik tumpu dan beban.”
kata ibu guru menjelaskan tentang macam-macam pengungkit. Guru juga menjelaskan
bahwa benda-benda tajam seperti pisau dan kapak termasuk pesawat sederhana
jenis bidang miring karena pada benda-denda tersebut terdapat bidang miring
yaitu pada bagian yang tajam, kegunaannya ialah untuk mempermudah melakukan
pekerjaan seperti memotong dan membelah. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya lagi, namun tidak ada yang mengacungkan tangan dan guru
menganggap semua siswa sudah mengerti.
Kegiatan selanjutnya yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Karena
dalam kelas terdapat 25 siswa maka siswa dibagi menjadi lima kelompok yang
masing-masing kelompok berjumlah 5 orang. Dalam kelompok, guru menugaskan siswa
untuk mencari pengertian tuas, komponen tuas dan mencari letak komponen
tersebut serta menggolongkannya ke dalam golongan tuas yang ada. ”Anak-anak
kemarin ibu sudah menugaskan kepada kalian untuk membawa alat-alat yang ada
hubungannya dengan materi kita hari ini, sekarang coba keluarkan!”. Kelompok 1
membawa gunting, kelompok 2 membawa stapler, kelompok 3 membawa pembuka botol,
kelompok 4 membawa pemotong kuku dan kelompok 5 membawa pinset. ”Anak-anak
sekarang kerjakan LKS yang ibu bagikan, tolong dijawab serta gambar
alat/benda-benda yang sudah kalian bawa dan beri keterangan, serta termasuk
jenis pengungkit golongan berapa. Setelah selesai menggambar silahkan tukar
benda yang kalian bawa dengan kelompok lainnya hingga semua kelompok menggambar
5 benda yang berbeda”.





Setelah kegiatan diskusi berlangsung, siswa bersama
guru membahas hasil diskusi dan meminta perwakilan kelompok untuk
mempresentasikannya ke depan kelas. Selanjutnya guru memberikan penguatan
kepada siswa serta penegasan terhadap jawaban yang disampaikan. Setelah kegiatan
diskusi berakhir, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan guru
memberikan tugas untuk di kerjakan di rumah. Selanjutnya guru memberi
kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari materi
yang telah dijelaskan. Kemudian guru menjelaskan kembali materi yang belum
dipahami oleh siswa dengan memberikan penekanan pada hal-hal yang penting. Pada
akhir pembelajaran guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran bersama-sama.
Kemudian guru melakukan evaluasi secara lisan. Guru memberikan penilaian
terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru memberikan motivasi pada siswa
untuk mengulang-ulang pelajaran di rumah serta menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment